PALANGKA RAYA (Geloranews.co) – Isu beredarnya bawang merah asal Thailand di Kalimantan Tengah (Kalteng) bikin heboh! Pasalnya, komoditas yang diduga masuk secara ilegal ini disebut-sebut telah beredar di pasar tradisional, membuat harga bawang lokal anjlok.
Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng mengaku belum mengetahui adanya peredaran bawang merah impor tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Sri Windanarni.
“Saya juga baru mendengar informasi itu,” ujarnya di sela rapat koordinasi pengendalian inflasi di Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (4/2/2025).
Meski begitu, Sri memastikan bahwa Pemprov Kalteng akan segera mencari tahu kebenaran informasi tersebut dan mencari solusi jika memang bawang ilegal dari Thailand benar-benar meramaikan pasar di Bumi Tambun Bungai.
Bawang Thailand Bikin Harga Lokal Anjlok?
Di sisi lain, para pedagang di Palangka Raya mulai mengeluhkan dampak masuknya bawang impor ini. Agus, salah satu pedagang di Pasar Besar, mengungkapkan harga bawang merah lokal merosot tajam sejak satu bulan terakhir.
“Awalnya harga bawang merah lokal Rp 35.000 per kilogram, sekarang tinggal Rp 25.000. Penurunan harganya bisa sampai Rp 10.000 per kilo,” keluh Agus.
Senada dengan Agus, pedagang lainnya, Bento, juga mengaku telah mendengar kabar soal peredaran bawang asal Thailand.
“Saya nggak tahu apakah itu legal atau ilegal, yang jelas bawang merah dari Thailand ini sudah sebulan terakhir ada di Pasar Besar,” ujarnya.
Pejabat dan Pedagang Kompak Akan Cari Tahu
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) Palangka Raya, Samsul Rizal, membantah adanya laporan mengenai bawang merah ilegal yang dijual bebas di pasaran.
“Belum ada laporan soal bawang ilegal asal Thailand,” katanya.
Namun, ia menegaskan akan bertindak tegas jika menemukan pedagang yang menjual bawang ilegal.
Hal serupa juga disampaikan Humas Bea dan Cukai Palangka Raya, Bernandus Diaz. Ia mengaku belum mendapatkan informasi tersebut, tetapi berjanji akan segera menelusuri kebenarannya.
“Untuk itu, kami akan cari informasi terlebih dahulu,” ucapnya.
Kini, bola panas ada di tangan pemerintah. Apakah benar bawang merah ilegal dari Thailand telah membanjiri pasar di Kalteng? Ataukah ini sekadar isu yang belum terverifikasi? Yang jelas, para pedagang bawang lokal sudah mulai resah. (am)