Barito SelatanUncategorized

Dinkes Barito Selatan siapkan dua mobil oksigen bantu masyarakat terdampak kabut asap‎

×

Dinkes Barito Selatan siapkan dua mobil oksigen bantu masyarakat terdampak kabut asap‎

Sebarkan artikel ini
dinkes-barito-selatan-siapkan-dua-mobil-oksigen-bantu-masyarakat-terdampak-kabut-asap‎
Dinkes Barito Selatan siapkan dua mobil oksigen bantu masyarakat terdampak kabut asap‎

BARITO SELATAN -Dinas Kesehatan bersama RSUD Jaraga Sasameh Buntok, dan puskesmas di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah menyiapkan dua unit mobil oksigen untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap di wilayah setempat.
‎
‎”Penyiapan dua unit mobil oksigen ini merupakan instruksi dari Bupati Barito Selatan,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Barito Selatan, dr Dadang Baskoro Nugroho, di Buntok, Rabu.
‎
‎Dikatakannya, mobil oksigen ini diperuntukkan bagi masyarakat yang merasa sesak napas akibat terdampak dari kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
‎
‎”Mobil oksigen ini diperuntukkan bagi masyarakat yang memerlukan. Mobil tersebut nantinya akan bergerak ke sejumlah titik. Untuk saat ini mobil tersebut stanby di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan,” ucapnya.
‎
‎Bagi masyarakat yang memerlukan dipersilahkan datang ke BPBD atau sejumlah titik mobil oksigen tersebut singgah seperti di puskesmas disejumlah kecamatan dan desa di daerah ini.
‎
‎”Masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan tidak dipungut biaya atau gratis,” kata Dadang Baskoro Nugroho.
‎
‎Tujuan mobil oksigen ini disiapkan untuk pengobatan, dan antisipasi bagi masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla.
‎
‎Disamping menyiapkan mobil oksigen, pihaknya juga sesuai instruksi bupati Barito Selatan melaksanakan pengobatan gratis bagi masyarakat di depan kantor BPBD dan dirumah oksigen.
‎
‎”Kita sudah memeriksa kesehatan petugas BPBD yang selama ini bekerja keras memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Dalam pemeriksaan ini, kita menempatkan dokter spesialis paru-paru yakni dr Ibrahim Toha,” kata dia.
‎
‎Dalam kegiatan ini, pihaknya juga memeriksa kolesterol, gula darah dan yang lainnya dan pemeriksaan secara gratis ini dilaksanakan pada sejumlah tempat yang sudah ditentukan.
‎
‎Menurut dia, dampak dari akibat kabut asap ini banyak permasahan kesehatan yang terjadi dan kalau kondisi penyakitnya ringan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bisa ditangani di Puskesmas dan rumah oksigen atau di mobil oksigen.
‎
‎”Apabila penyakitnya berat seperti pneumonia akan ditangani di RSUD. Selama kabut asap ini terjadi, ada beberapa masyarakat yang meninggal dunia akibat penyakit pneumonia tersebut,” demikian Dadang Baskoro Nugroho. (HBI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *