Buntok-Setelah hilang dalam beberapa hari lalu, Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah kembali diselimuti kabut asap tipis.
”Kabut asap tipis ini akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah setempat,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, Agus In’Yulius, di Buntok, Kamis.
Berdasarkan data hotspot di Barito Selatan lanjut dia, jumlah hotspot sudah mengalami peningkatan dari hari sebelumnya.
”Pada hari sebelumnya terpantau delapan hotspot dan pada hari ini sudah terpantau sebanyak 78 titik,” ungkap Agus In’Yulius.
Dikatakannya, hotspot tersebut didominasi terpantau di Kecamatan Dusun Hilir dan selanjutnya di Kecamatan Dusun Selatan yang terpantau di Desa Kalahien, Pararapak dan Madara.
Selain itu lanjut Agus In’Yulius, hotspot atau titik panas juga terpantau di wilayah Kecamatan Dusun Utara dan di Kecamatan Jenamas.
”Kebakaran hutan dan lahan di Barito Selatan ini masih belum benar-benar mereda dan masih berpotensi terjadi kebakaran lagi,” tambah dia.
Oleh karena itu, status tanggap darurat karhutla di wilayah Barito Selatan ini masih dilakukan perpanjangan selama 15 hari kedepan guna memastikan kondisi wilayah-wilayah yang rawan terbakar sudah benar-benar aman.
”Hal itu mengingat, kondisi saat ini masih belum benar-benar stabil, dan jumlah hotspotnya juga masih turun naik dan pada hari ini saja di kota Buntok kembali diselimuti kabut asap tipis,” terangnya.
Menurut dia, Karhutla di daerah ini masih belum benar-benar mereda, karena masih berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi.
”Di beberapa daerah lainnya seperti di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur dan di Kabupaten Kotawaringin Barat saat ini mulai terjadi lagi karhutla,” kata dia.
Untuk itu, BPBD Barito Selatan terus siaga serta melaksanakan patroli guna mengantisipasi munculnya titik api baru, terlebih kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu berpotensi memicu kebakaran kembali.
”Pengawasan di lapangan dan peran aktif masyarakat tetap diperlukan untuk menjaga situasi agar kondisi tidak kembali memburuk seperti sebelumnya,” demikian Agus In’Yulius.(HBI)






