BARITO SELATAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) membagikan 1.500 masker secara gratis kepada masyarakat di wilayah setempat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Barsel, Edi Darmadi mengatakan, pembagian masker ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah melindungi kesehatan masyarakat di tengah kondisi kabut asap dan cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah tersebut.
“Dengan dibagikannya masker secara cuma-cuma ini, masyarakat diharapkan dapat terlindungi dari paparan asap yang berisiko mengganggu saluran pernapasan, terutama saat harus beraktivitas di luar rumah,” katanya di sela pembagian masker di Jalan Pelita Raya Buntok, Sabtu.
Dikatakannya, di tengah kondisi udara yang masih terdampak asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tidak semua orang dapat mengurangi aktifitas di luar rumah. Sebagian masyarakat tetap harus berkendara, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari di jalan.
Meskipun saat ini kepekatan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Selatan mengalami penurunan signifikan dibanding sepekan yang lalu kata dia, namun kualitas indeks standar pencemar udara harian rata-rata masih berada pada level tidak sehat.
Untuk itu, masker menjadi salah satu perlindungan dasar yang paling mudah dan cepat digunakan warga ketika kualitas udara memburuk. “Pembagian masker ini menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi tersebut.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan kekeringan ekstrem selama 20 hari, terhitung 3 hingga 22 November 2026. Perpanjangan itu merupakan yang ketiga kalinya.
Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Barito Selatan Yoga P Utomo saat memimpin rapat evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan ekstrem, Jumat (6/11/2026) mengatakan, perpanjangan tanggap darurat untuk ketiga kali yang dilakukan Pemkab Barito Selatan itu, setelah mempertimbangkan kondisi di lapangan dan prakiraan cuaca ke depan.
“Keselamatan dan ketenteraman masyarakat Barito Selatan menjadi prioritas utama pemerintah,” kata Yoga mewakili Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri.
Selain itu, setelah sempat mengalami penurunan pasca-adanya hujan pekan lalu, imbuh Yoga, saat ini titik api maupun titik panas kembali muncul di sejumlah kawasan di Kabupaten Barito Selatan. (HBI)






