BARITO SELATAN – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Barito Selatan, Hj Permana Sari, membuka secara resmi pelatihan bagi guru PAUD yang digelar di Aula Kantor PKK Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2026).
Pelatihan tersebut digelar oleh Pokja Bunda PAUD Barsel, kegiatan itu menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik PAUD, khususnya dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan Manat Simanjuntak, Ketua Bunda PAUD Rahmat Nuryadin, serta sejumlah pejabat dan pihak terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Hj Permana Sari menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang cerdas, sehat, mandiri dan berkarakter.
Menurutnya, masa usia dini merupakan periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak yang sangat menentukan kualitas kehidupan mereka pada masa mendatang.
”Guru PAUD memiliki peran yang sangat strategis. Guru bukan hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai-nilai kebaikan, mengembangkan kreativitas, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan bagi anak,” ujarnya.
Ia mengatakan, kualitas layanan PAUD sangat bergantung pada kualitas pendidiknya. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pelatihan, pembinaan dan pengembangan kemampuan.
Hj Permana Sari menilai pelatihan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para guru untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, terutama dalam pemanfaatan teknologi digital melalui pembuatan video pembelajaran.
”Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Guru dituntut lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajaran agar anak-anak lebih tertarik, aktif dan mudah memahami materi,” katanya.
Ia berharap para peserta mampu menghasilkan media pembelajaran yang menarik, edukatif dan tetap sesuai dengan tahapan perkembangan anak usia dini.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak menggeser hal-hal mendasar dalam pendidikan anak.
”Teknologi hanyalah alat bantu. Hal yang paling utama dalam pendidikan anak usia dini tetaplah interaksi, kasih sayang, keteladanan dan pendampingan langsung dari seorang guru,” tegasnya.
Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan unsur bermain dan kebahagiaan anak.
Ia juga meminta ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan tersebut, tetapi diterapkan di masing-masing lembaga PAUD dan dibagikan kepada sesama pendidik.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Barito Selatan, Hj Permana Sari juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, orang tua, organisasi mitra dan masyarakat.
”Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, ramah anak, inklusif dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia berharap penguatan kompetensi guru dapat mendorong kemajuan PAUD di Kabupaten Barito Selatan sekaligus melahirkan tenaga pendidik yang semakin kompeten, kreatif dan berdedikasi.
”Apabila kita memberikan pendidikan terbaik sejak usia dini, maka kita sedang mempersiapkan generasi Barito Selatan yang unggul dan mampu menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah investasi pada kualitas sumber daya manusia, yang salah satu fondasinya dimulai dari pendidikan anak usia dini.
Hj Permana Sari pun berharap pelatihan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para guru PAUD sehingga semakin termotivasi untuk terus belajar dan berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak di Barito Selatan. (Mas)






