Barito SelatanUncategorized

Wabup Barsel Resmikan Balai Basarah Erai Pakat di Gunung Rantau, Tekankan Harmoni Adat dan Kebersamaan

×

Wabup Barsel Resmikan Balai Basarah Erai Pakat di Gunung Rantau, Tekankan Harmoni Adat dan Kebersamaan

Sebarkan artikel ini
wabup-barsel-resmikan-balai-basarah-erai-pakat-di-gunung-rantau,-tekankan-harmoni-adat-dan-kebersamaan
Wabup Barsel Resmikan Balai Basarah Erai Pakat di Gunung Rantau, Tekankan Harmoni Adat dan Kebersamaan

BARITO SELATAN – Wakil Bupati Barito Selatan, Khristianto Yudha, meresmikan rumah ibadah umat Hindu Kaharingan Balai Basarah Erai Pakat yang dirangkai dengan kegiatan Dharmasanti Hari Raya Nyepi, di Desa Gunung Rantau, Kecamatan Dusun Utara, Jumat (17/4/2026).

‎Kedatangan Wakil Bupati disambut secara adat oleh Camat Dusun Utara melalui prosesi lawang sekepeng di halaman Balai Basarah. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam serta tokoh masyarakat setempat.

‎Dalam sambutannya sebelum meresmikan penggunaan Balai Basarah, Khristianto Yudha menegaskan bahwa Balai Basarah memiliki makna penting bagi masyarakat Dayak, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial masyarakat.

‎“Balai Basarah bagi masyarakat Dayak bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan pusat kehidupan bersama, tempat kita bermusyawarah, menyelesaikan persoalan, serta menjaga nilai-nilai adat dan kebersamaan yang diwariskan oleh leluhur,” ujarnya.

‎‎Ia menjelaskan, nama “Erai Pakat” mengandung filosofi mendalam tentang kebersamaan dalam mencapai mufakat. Nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat hidup masyarakat Dayak yang menjunjung tinggi persamaan, persaudaraan, dan keharmonisan.

‎“Balai Basarah ini diharapkan benar-benar menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menjaga harmoni antara adat, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat,” katanya.

‎Pada kesempatan itu, Wabup juga menyinggung makna Dharmasanti Hari Raya Nyepi sebagai momentum refleksi diri agar masyarakat lebih bijaksana dalam bersikap serta mampu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

‎‎Ia menekankan bahwa Kabupaten Barito Selatan merupakan rumah bersama bagi berbagai suku, agama, dan budaya yang harus terus dijaga melalui semangat handep hapakat, yakni saling membantu, menghargai, dan hidup berdampingan secara damai.

‎‎“Keberagaman ini adalah kekuatan yang harus terus kita jaga untuk membangun Barito Selatan yang semakin maju tanpa meninggalkan jati diri dan kearifan lokal,” ucapnya.

‎Di akhir sambutannya, Khristianto mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan serta melestarikan adat dan budaya sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.

‎Peresmian Balai Basarah Erai Pakat ini diharapkan menjadi simbol penguatan nilai-nilai spiritual, adat, dan persatuan masyarakat di wilayah Kecamatan Dusun Utara.

‎Sementara itu, Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Barito Selatan, Perli Mula, menyambut baik peresmian Balai Basarah Erai Pakat tersebut. Ia berharap keberadaan balai ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus wadah mempererat persatuan umat Hindu Kaharingan di wilayah setempat.

‎‎“Dengan diresmikannya Balai Basarah Erai Pakat ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkannya tidak hanya untuk kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai tempat memperkuat kebersamaan serta melestarikan adat istiadat yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Dayak,” ungkapnya.

‎Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap keberadaan rumah ibadah dan pelestarian budaya lokal menjadi bentuk perhatian nyata dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Barito Selatan.

‎Peresmian Balai Basarah Erai Pakat di Desa Gunung Rantau tersebut berlangsung khidmat dan penuh nuansa adat, sekaligus menjadi momentum memperkokoh hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai spiritual, budaya, dan persatuan di Kabupaten Barito Selatan. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *